Tips Menghadapi Razia Atau Di Tilang

— Tulisan ini sudah tidak valid lagi, silahkan mencari referensi yang lain, write on June 12, 2013 —

Sehubungan dengan postingan saya sebelumnya yang habis di razia, maka disini pun akan saya bahas tuntas tips-tips menghadapi razia… silahkan disimak :

  1. Tetap waspada, tanda2 ada razia adalah polisi banyak beredar. Kalau sudah menemukan gejala seperti ini, dan sadar bahwa pengendara termasuk pelanggar aturan, maka disarankan untuk mencari jalan lain alias menghindar, tetapi jika tidak memungkinkan, silahkan dilanjutkan saja.
  2. Stay cool… tetap tenang…
  3. Siapkan STNK + SIM, kalau bisa fotocopy-nya selalu ada, jadi seandainya lupa dapat menunjukkan copy-annya. Setidaknya, hukumannya jadi lebih ringan dibandingkan tidak punya atau tidak bisa menunjukkan.
  4. Sapa polisinya dengan ramah, dan tanyakan pelanggaran yang terjadi.
  5. Menurut teori yang berlaku, polisi selalu membawa tabel denda pelanggaran, mintalah polisi yang bersangkutan untuk memperlihatkannya.
  6. Catat nama, pangkat, dan tempat dinas polisi tersebut, bahkan kalau perlu minta no Hp-nya( ga mungkin kan kalau polisi ga punya Hp, secara PKL ajah punya), hal tersebut untuk mempermudah mengurus surat2 kita yang ditahan.
  7. Jika memang kita salah, minta bukti tilang berwarna biru (hal ini bertanda kita mengakui kesalahan kita), teorinya kita hanya perlu membayar denda ke bank BUMN, biasanya BRI terdekat dari lokasi kejadian dan biasanya dendanya tidak lebih dari Rp.50.000,00!!! Lalu segera hubungi polisi yang menilang kita dan serahkan bukti pembayarannya.
  8. Jika kita tidak mengakui kesalahan kita, maka kita akan diberikan bukti tilang berwarna merah. Hal ini tidak direkomendasikan, karena artinya kita akan mengikuti sidang dengan jangka waktu 5-10 hari kerja, belum lagi harus membayar punglu-pungli yang ga jelas.
  9. Yang pasti jangan mau diajak damai, karena hal ini hanya akan membudi-dayakan korupsi di masyarakat kita. Jadi kalau kita ditilang, paksa dan minta kepada polisi tersebut bukti tilang yang berwarna biru, karena hal tersebut adalah hak kita. Bandingkan dengan jalur damai atau bukti tilang yang berwarna merah yang minimal menghabiskan dana lebih dari Rp.50.000,00, sedangkan kalau kita ikuti tata-tertib tilang tak lebih dari Rp.50.000,00. Hal ini juga untuk membuat oknum polisi jera berbuat semena-mena, dan masyarakat tertib aturan.

Referensi :

http://id.wikipedia.org/wiki/Bukti_pelanggaran

http://www.transparansi.or.id/kajian/kajian3_lalin/tips.html

http://www.transparansi.or.id/kajian/kajian3_lalin.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: