Sepekan Dengan Sahabat Lama dan Misteri Yang Belum Terungkap…

Kamis, 19 Februari, terlambat lagi datang kuliah pagi ini, walaupun masih dalam batas waktu toleransi namun tetap saja rasa bersalah yang hinggap tetap tak mampu mengubah kebiasaan jelekku. Duduk manis di depan mendengarkan dosen dan mencoba menyerap ilmu yang dijabarkan, namun ketika tugas diberikan aku cuma bisa melongo… hah… dalam hati menyesal lagi, kenapa tidak belajar terlebih dahulu, dan mengapa fikiranku mengawang-ngawang pada sebuah kenangan yang memudar.

Kuliah berakhir, kulangkahkan kakiku menuju lantai 2, duduk di sebuah kursi berbentuk segi empat didekat ruang dekanat, berbagi dengan seorang mahasiswi lain yang asyik berselancar sambil menelepon. Biasanya aku lebih memilih ruang perpus yang tenang dan dingin, namun entah kenapa akhir-akhir ini sinyalnya lemah sekali dan putus-putus, aku jadi rada mangkel dibuatnya dan mencari lokasi lain. Segera kukeluarkan laptopku dan mencari segala informasi yang kubutuhkan.

Satu per satu kenalan lewat, bertegur sapa, berbasa-basi mencoba mempererat jalinan silaturami. Namun, tak pernah kusangka siapa yang akan terakhir menegurku dan kujumpai. Segera kuangkat wajahku dan disana telah tergantung sebuah senyum yang sangat kukenal, wajah yang ramah penuh dengan kekonyolan, sekilas saja aku teringat kenangan 4 tahun lalu. Dia sekarang kuliah di FE UII. Kawan pertama yang aku telpon tentang masalah kegiatan MaBa dulu, ketika baru kuinjakkan kakiku di Jogja. Tak banyak yang kami bicarakan, karena dia terlihat terburu-buru, namun pertemuan yang hanya sebentar itu cukup membuat hati ini gembira, sepenggal kenangan putih-abu-abu yang selalu menjadi perjalanan yang indah.

Sabtu, 21 Februari, jam 8 pagi aku dibangunkan oleh dering HP, tak ada namanya, namun ketika aku mengangkat dan mendengar suaranya, aku langsung tau siapa yang meneleponku, Dane, salah satu sahabatku juga, (maaf ya… Ne, yang kusimpan masih nomormu yang lama). Berbicara panjang lebar tentang keadaan kami, kabar kawan-kawan sekarang, dan banyak hal, menerawang bersama kenangan-kenangan yang ada di Kota Minyak. Merenungi mimpi-mimpi remaja kami, dan menarik garis tentang kenyataan yang ada. Kekuatan mimpi-mimpi seorang muda yang dipenuhi ghairah dan keyakinan!!! Tidak peduli seberapa luas bumi ini atau seberapa dalam samudra yang ada, like our says, “semana seh…?!!!”.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: